Bolaliga.org, kabar terbaru berita bola Indonesia: Arema FC Kabulkan Tuntutan Aremania,

Manajemen dan panpel Arema FC akhirnya mengabulkan tuntutan Aremania. Selepas berdialog dengan suporter setianya di Kantor Manajemen Arema, Jalan Kertanegara Nomor 7 Kota Malang, Rabu (19/4), diputuskan klasifikasi untuk harga tiket.

Kenaikan untuk harga tiket pertandingan non-big-match dan big-match yang terdiri dari enam pertandingan. Harga tiket pertandingan kategori non-big-match, masih sama dengan tahun lalu. Tiket ekonomi dipatok sebesar Rp 35 ribu, untuk VIP dihargai Rp 100 ribu dan VVIP yang dijual dengan harga Rp 150 ribu.

Sedangkan untuk menyaksikan pertandingan kategori big match, Aremania mesti merogoh koceknya lebih banyak. Dengan tiket ekonomi seharga Rp 40 ribu, VIP dengan harga Rp 105 ribu dan VVIP seharga Rp 155 ribu.

“Akhirnya diputuskan harga tiket dikategorikan laga big match dan non big match. Laga big match, baik ekonomi, VIP dan VVIP, selisih harga Rp 5.000,” ujar Ketua Panpel Arema, Abdul Harris.

Keputusan tersebut didapatkan setelah berdialog dengan perwakilan Aremania dari berbagai Korwil di Malang Raya. Dalam dialog yang berlangsung kurang lebih selama dua jam tersebut, hujan interupsi disampaikan pendukung Singo Edan. Sebagian besar, mengakui keberatan jika harga tiket naik di tahun ini.

“Kami datang, karena sebenarnya menyampaikan aspirasi atau pertanyaan dari Aremania di kalangan grass root. Mereka menanyakan alasan kenaikan tiket dan berharap harganya turun atau kembali seperti tahun lalu,” ujar Aremania Zona Dinoyo (Amazond), M. Zainuddin Yusrin.

Menurutnya, Aremania ingin mengetahui, seperti apa alasan manajemen atau panpel menaikkan harga tiket. Selain itu, manajemen juga diharapkan mengetahui, bagaimana alasan Aremania yang keberatan jika harga tiket dinaikkan.

“Terutama kami memikirkan untuk nawak-nawak yang masih sekolah. Sebab, tidak sedikit mereka yang masih berstatus sebagai pelajar dan mesti memikirkan ulang dana untuk menyaksikan laga Arema di Stadion Kanjuruhan,” beber dia.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Andi Koreng, Aremania Buring. Pertemuan dengan Panpel kemarin, dia harapkan bisa menemukan titik temu untuk penentuan harga tiket. “Tidak langsung diputuskan tiket naik. Tetapi kami minta dialog atau diskusi terlebih dulu,” paparnya.

Sementara itu, untuk partai yang masuk kategori big match, keputusan dilakukan bersama Aremania. Hampir sama dengan tahun lalu, Persipura, Persija Jakarta, Persib Bandung dan Sriwijaya FC masuk dalam klasifikasi big match.

Sedangkan pada tahun ini, laga melawan PSM Makassar masuk dalam kategori big match, menggantikan pertandingan melawan Bhayangkara FC. Untuk big match selanjutnya, yakni laga home terakhir, melawan Semen Padang di pekan 33.

Manajemen Arema pun sempat menyampaikan pertimbangan alasan menaikkan harga tiket. Selain mendatangkan marquee player dan melihat kondisi dari beberapa tim lain yang sudah menjual harga tiket dengan bandrol di kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu, Arema juga mempertimbangkan kebutuhan operasional tim.

Salah satunya biaya away yang lagi-lagi tahun ini Arema mesti mengeluarkan biaya ekstra untuk perjalanan ke Serui, sampai tanggungan denda laga home tahun lalu yang terhitung tinggi.

“Untuk membayar denda flare, bomb smoke, sampai nyanyian rasis, Arema mesti menyisihkan budget sampai Rp 385 juta. Seperti ini, Aremania sebenarnya juga harus tahu,” beber Ketua Panpel Arema, Abdul Harris.

Padahal, berdasarkan pengalaman di musim lalu, banyak laga home yang sejatinya membuat manajemen merugi. Pasalnya, banyak pertandingan yang berlangsung dengan jumlah penonton di bawah angka 6.000 penonton saja. Hal itu membuat pendapatan dari penjualan harga tiket, tidak sebanding dengan pengeluaran untuk menggelar laga home.

Menurut dia, dengan dibatalkannya kenaikan tiket tersebut, Arema berharap suporter klub berjuluk Singo Edan tersebut lebih tertib dan tidak ada lagi denda. Aremania pun kini benar-benar dilarang membawa atau menyalakan flare, kembang api dan bomb smoke di area stadion, dua jam sebelum dan sesudah pertandingan.

“Cara membebankan denda kepada pelaku pelanggaran, seperti beberapa laga terakhir di tahun lalu juga kurang efektif. Sebab, kurangnya Aremania yang mau menjadi saksi, sekalipun pelaku sudah diamankan oleh beberapa petugas keamanan,” imbuh pria yang juga Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan tersebut.

Lantas, perubahan pun dijanjikan oleh Panpel Arema. Untuk tahun ini, kecuali match lawan Bhayangkara FC, Minggu (23/4) depan, Panpel akan menggunakan tiket gelang. Selain itu, Arema akan meletakkan barcode dalam tiket gelang tersebut, sehingga potensi kebocoran akan turun.

“Kalau menggunakan tiket konvensional, kebocoran sekitar 5 persen. Tetapi dengan tiket gelang, kebocoran bisa diminimalisir, menjadi sekitar 1 persen. Untuk tiket gelang ini kami harap di laga home kedua sudah bisa digunakan. Kalau untuk saat menjamu Bhayangkara FC, belum bisa,” tandasnya. (Jawapos)

Itulah sedikit info dari kancah sepak bola Nusantara, berikan Like or Share jika Berita Arema FC Kabulkan Tuntutan Aremania dirasa bermanfaat