Direct Football yang Akan Membuat Liverpool Kewalahan Hadapi Leicester

0
124
views

Direct Football yang Akan Membuat Liverpool Kewalahan Hadapi Leicester Terbaru dari Bola Liga Direct Football yang Akan Membuat Liverpool Kewalahan Hadapi Leicester. Berita Sepak Bola terkini dari Bola Liga kali ini berbagi informasi bola terbaru dengan judul Direct Football yang Akan Membuat Liverpool Kewalahan Hadapi Leicester Sebagai tambahan Update terbaru hari ini, setelah anda membaca berita bola ini diharapkan anda bisa memberikan komentar yang sesuai atau berkaitan dengan isi berita yang kita bahas pada artikel ini, Bookmark dan tongkrongi terus halaman Bola Liga dan dapatkan bermacam berita sepak bola terbaru setiap harinya, Ok, tak perlu panjang lebar lagi berikut ini adalah ulasan lengkap dari Direct Football yang Akan Membuat Liverpool Kewalahan Hadapi Leicester :
Bola Liga

Bola Liga – Liverpool tengah berada dalam situasi yang tidak mengenakan ketika hendak menghadapi pemuncak klasemen sementara, Leicester City, pada boxing day kali ini. Dari empat laga terakhir, mereka tak sekalipun meraih kemenangan.

Kemenangan terakhir kali di liga diraih Liverpool pada 29 November ketika menaklukkan Swansea dengan skor 1-0. Sedangkan selama Desember, Liverpool dikalahkan Newcastle United dan Watford serta satu kali hasil imbang melawan West Bromwich Albion.

Menghadapi Leicester yang terakhir kali menelan kekalahan di Liga Primer pada 26 September dari Arsenal, yang merupakan satu-satunya kekalahan mereka di liga musim ini, Liverpool jelas tak lebih diunggulkan. Bahkan bisa jadi mereka akan meneruskan hasil negatif meskipun mereka bermain di hadapan pendukungnya sendiri.

Persoalan di Lini Belakang Liverpool dalam Mengantisipasi Serangan Balik

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, kesulitan menampilkan permainan terbaik dari anak asuhnya karena cedera demi cedera menimpa para pemainnya. Untuk menghadapi Leicester, ia dipastikan tampil tanpa tujuh pemainnya yang menepi karena cedera.

Sialnya, dari tujuh pemain cedera ini empat di antaranya merupakan pemain belakang. Mereka adalah Joseph Gomez, Jon Flanagan, Dejan Lovren, dan Martin Skrtel. Dua nama terakhir tentunya akan menjadi kehilangan besar bagi lini pertahanan Liverpool.

Absennya para pemain-pemain di atas praktis menyisakan Kolo Toure dan Mamadou Sakho untuk pos bek tengah. Jarang tampilnya Toure pada musim ini tentunya sedikit banyak menunjukkan kualitasnya yang kian menurun.

Penampilan Sakho yang masih belum pulih sepenuhnya usai sembuh dari cedera patut dijadikan perhatian lain. Pada laga melawan Watford yang berkesudahan dengan skor 0-3 untuk kekalahan Liverpool, bek asal Prancis ini berkali-kali melakukan blunder. Bahkan bisa dibilang dua dari tiga gol Watford merupakan buah dari kesalahan Sakho.

Selain itu, Liverpool pun masih belum bisa memastikan apakan Simon Mignolet bisa ditampilkan atau tidak. Kehadiran Mignolet menjadi penting karena penggantinya, Adam Bogdan, gagal tampil maksimal saat berlaga menghadapi gempuran para pemain Watford. Tiga gol Watford sendiri sebenarnya tercipta dari tembakan yang harusnya relatif bisa diamankan oleh penjaga gawang papan atas.

Dengan Toure dan Sakho yang berpartner pada posisi bek tengah serta Mignolet yang masih bermasalah dengan kebugaran, lini pertahanan Liverpool bisa dibilang semakin rentan kebobolan. Catatan lainnya adalah keduanya bukan pemain belakang yang memiliki kecepatan. Hal ini menjadi penting menghadapi Leicester City yang handal melakukan serangan balik.

Hal ini disadari Klopp jelang pertandingan. Ia pun mengkhawatirkan serangan balik skuat asuhan Claudio Ranieri tersebut. Ia pun akan mencari cara untuk bisa meredam serangan balik Leicester yang sepanjang musim ini menghasilkan banyak gol bagi mereka.

“Ranieri adalah salah satu pelatih berpengalaman dan sukses di dunia. Terbukti, ia mampu menjadikan Leicester menakutkan dengan serangan baliknya. Mereka bermain sangat efektif. Pertahanan mereka sangat baik ditambah serangan balik yang sempurna. Rasanya sangat wajar apabila mereka berada di puncak,” ujar Klopp seperti yang dinukil dari Daily Mail.

Serangan balik disadari Klopp akan menjadi senjata mematikan bagi lini pertahanan skuatnya saat menghadapi Leicester. Ini akan menjadi PR berat baginya karena dalam rentetan hasil buruk yang diraih dalam empat laga terakhir, serangan balik kerap menggagalkan Liverpool dalam meraih kemenangan.

Saat dikalahkan Newcastle, Liverpool memiliki penguasaan bola mencapai 59%. Sementara ketika imbang melawan Sion dan West Bromwich Albion, persentase kesebelasan berjuluk The Reds ini mencapai 63% dan 68% secara berurutan. Sedangkan ketika dihajar Watford dengan skor 3-0, penguasaan bola Liverpool mencapai 64%. Penguasaan bola Liverpool sendiri merupakan yang terbaik kelima di Liga Primer musim ini dengan rataan 54%.

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa Liverpool sebenarnya menguasai jalannya pertandingan namun kesulitan dalam menembus pertahanan lawan. Sedangkan ketika lawan sesekali melancarkan serangan, bola seperti begitu mudah ke gawang Liverpool. Dari empat laga terakhir, tujuh gol telah bersarang ke gawang Liverpool.

Hal ini akan menjadi sasaran empuk bagi Leicester City. Skuat berjuluk The Foxes ini menjadi kesebelasan ketiga terbawah untuk urusan penguasaan bola dengan rataan 46,6% per pertandingan. Sementara untuk gol lewat skema open play, Leiceseter berada di urutan kedua bersama Manchester City dengan 23 gol.

Bahkan pada tiga laga terakhir Leicester yang kesemuanya berakhir dengan kemenangan, hanya satu laga di mana Leicester meraih penguasaan bola mencapai di atas 40%, ketika mengalahkan Swansea dengan 44%. Saat menjungkalkan Chelsea, penguasaan bola Leicester hanya 36% sedangkan saat menumbangkan Everton hanya 35%.

Leicester Akan Menyerang Lewat Sisi Kiri Pertahanan Liverpool

Leicester tentunya mempelajari benar dari apa yang telah dilakukan Watford yang berhasil mencetak tiga gol ke gawang Liverpool. Dan dari laga tersebut, sisi kiri pertahanan Liverpool begitu rapuh. Leicester tampaknya tak akan melewatkan kesempatan ini.

Alberto Moreno yang menghuni bek kiri Liverpool sangat rajin membantu penyerangan namun kerap terlambat saat mendapatkan serangan balik. Sementara di sisi kanan Leicester terdapat pemain paling berbahaya, Riyad Mahrez.

Dapat dipastikan Leicester akan memaksimalkan umpan-umpan direct baik itu ke area tengah maupun ke area flank. Leicester saat ini menjadi kesebelasan dengan rataan operan pendek paling sedikit kedua di Liga Primer dengan 263 operan pendek. Liverpool sendiri berada di peringkat empat terbanyak dengan rata-rata 447 operan pendek.

Liverpool sendiri kerap kerepotan menghadapi kesebelasan yang cukup rajin melepaskan umpan panjang. Sedangkan Leicester berada di peringkat ke-6 sebagai kesebelasan dengan umpan panjang terbanyak.

Sebagai catatan, pada musim ini Liverpool belum pernah menang menghadapi kesebelasan dengan rataan jumlah umpan panjang terbanyak dari peringkat pertama hingga peringkat ke-11. Dalam daftar kesebelasan dengan rataan umpan panjang terbanyak terdapat Watford di urutan pertama yang mengalahkan Liverpool dengan skor 3-0, yang diikuti secara berurutan oleh West Bromwich Albion (2-2), Manchester United (1-3), Crystal Palace (1-2), Everton (0-0), Newcastle (0-2), Norwich (1-1), West Ham (0-3), Southampton (1-1) dan Tottenham Hotspur (0-0).

Kesimpulan

Leicester tentunya tak akan mengubah gaya bermain mereka saat menghadapi Liverpool. Mereka tetap akan memainkan permainan direct, namun akan memaksimalkan sisi kanan penyerangan yang diisi Mahrez untuk mengeksploitasi area Moreno di kubu Liverpool. Absennya Daniel Drinkwater di tengah pun tak menjadi persoalan.

Sebenarnya ada satu masalah yang mengganjal Leicester, yaitu kebugaran penyerang andalan mereka, Jamie Vardy, yang mengalami cedera pada laga melawan Everton. Namun meskipun harus tanpa Vardy, Leicester masih memiliki Shinji Okazaki, Leonardo Ulloa, dan Andreij Kramaric di lini depan. Ketajaman di lini depan tetap tak akan berkurang selama skema serangan sayap lewat Mahrez bisa dilancarkan dengan baik.

Hal ini tentunya akan menjadi PR besar bagi Klopp. Dengan pemain-pemain andalan yang cedera di lini pertahanan, ia harus menghadapi Leicester yang saat ini merupakan kesebelasan dengan jumlah gol terbanyak. Sementara mengubah sistem pertahanan Liverpool yang identik dengan gegenpressing pun bukan jaminan yang lebih baik karena tentunya beresiko memainkan strategi yang jarang dimainkan. Leicester jelas layak diunggulkan pada laga ini.
(dtc/nds) Sumber: detiksport

Berita Bola – | Bola Liga
Sumber: Bola Nasional – Terima Kasih Anda telah menyimak Berita bola berjudul Direct Football yang Akan Membuat Liverpool Kewalahan Hadapi Leicester semoga bisa menambah info bola anda hari ini, bagikan pada teman anda di facebook, Twitter dan lainnya supaya update Direct Football yang Akan Membuat Liverpool Kewalahan Hadapi Leicester bisa lebih bermanfaat. Ikuti terus halaman bolaliga dan dapatkan berbagai Berita Bola setiap harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here