Jaga Jakarta, Catatan Ferry Indra Syarif Saat Persib Bandung Akan Bermain di Jakarta

0
473
views

Jaga Jakarta, Catatan Ferry Indra Syarif Saat Persib Bandung Akan Bermain di Jakarta Terbaru dari Bola Liga Jaga Jakarta, Catatan Ferry Indra Syarif Saat Persib Bandung Akan Bermain di Jakarta. Berita Sepak Bola terkini dari Bola Liga kali ini berbagi informasi bola terbaru dengan judul Jaga Jakarta, Catatan Ferry Indra Syarif Saat Persib Bandung Akan Bermain di Jakarta Sebagai tambahan Update terbaru hari ini, setelah anda membaca berita bola ini diharapkan anda bisa memberikan komentar yang sesuai atau berkaitan dengan isi berita yang kita bahas pada artikel ini, Bookmark dan tongkrongi terus halaman Bola Liga dan dapatkan bermacam berita sepak bola terbaru setiap harinya, Ok, tak perlu panjang lebar lagi berikut ini adalah ulasan lengkap dari Jaga Jakarta, Catatan Ferry Indra Syarif Saat Persib Bandung Akan Bermain di Jakarta :
Bola Liga

Bola Liga-Berikut opini Bung Ferry Indra Syarif yang juga pernah menjadi ketua umum Jakmania dan juga asisten manajer Persija di kutip dari laman facebook nya

Jaga Jakarta

Tiba-tiba Rabu kemarin daftar permintaan pertemanan di fesbuk saya melonjak cepat. Kamisnya, meski tidak sebanyak Rabu, tapi tetap terus bertambah. Total saat tulisan ini dibuat, dalam 2 hari permintaan pertemanan sudah mencapai 950 lebih. Ada apa ya? Apa karena komentar saya dalam sebuah forum diskusi yang banyak di screen shot dan dijadikan depe atau apalah namanya? Apa komentar itu mewakili isi hati kalian?

Sepakbola Indonesia bukan sedang tertidur. Lebih tepat ditiduri. Oleh Menpora? Oleh Jokowi? Tim Transisi? Atau oleh BOPI? Bukan ah. Tapi oleh keras kepalanya orang-orang yang merasa niatnya luhur dan murni untuk kemajuan sepakbola negri. Orang-orang yang tidak sadar kalau niat luhur harusnya akan berujung baik. Orang-orang yang merasa punya niat luhur tapi masih sangat mengandalkan opini publik sebagai bentuk pengakuan. Orang-orang yang mengaku dewasa tapi terus ngomporin para suporter (yang selama ini dianggap golongan tak pernah dewasa) untuk segera memihaknya.

Para pelaku sepakbola menjerit. Pelatih, Pemain, Official dan Pegawai, semuanya mendadak sontak kehilangan mata pencaharian. Pedagang Kaos, Penjaja Makanan, Pengelola Stadion, dan masih banyak lagi, mau ga mau harus cepat mencari peluang kerja lain. Suporter kehilangan tontonan yang bagi mereka adalah segalanya. Tarkam menjadi jalan keluar meski pintunya kecil. Tiba-tiba pemain yang dulunya hidup glamor, jadi bintang pujaan, harus main di lapangan kampung dengan bayaran yang jauh lebih kecil. Bagi sebagian orang ini malah menguntungkan.

Bisnis tontonan bola malah kembali ke pangkuan rakyat kecil. Suporter bisa lebih dekat pada pemainnya. Tapi bagaimana dengan prestasi? Boro-boro. Indikator sah untuk prestasi adalah kompetisi. Tapi karena Menpora berubah menjadi seorang Putri Elsa yang membekukan federasi, dan berujung pada jatuhnya sanksi FIFA, maka kita seperti sedang bermain karambol. Tak tek tok sana sini, lalu jatuh ke lubang.

Tiba-tiba muncul sinteklas modern yang bernama Mahaka. Menawarkan turnamen yang bergelimpangan hadiah. Profesi dalam Sepakbola hidup lagi. Suporter bergairah lagi. Meski hanya 2 bulan. Terlepas dari keraguan orang tentang kualitas, tapi saya pribadi sangat menikmati. Meski tim saya anjlok, tapi peserta 8 besar tetap menyajikan partai-partai seru. Apalagi dijalankan dengan sistem gugur kandang tandang. Semakin kental persaingan, semakin panas pertandingan. Sampai akhirnya semua baru sadar, ada yang kurang indah dalam skenario penyelenggaraan.

Final sudah ditetapkan di Jakarta. Suka atau tidak, Persib yang menjadi salah satu kandidat juara, suporternya punya sejarah perseteruan panjang dengan suporter Persija Jakarta. Meski Persija tidak bertanding, tapi Jakarta adalah tempat tinggal Jakmania. Seperti juga ketika Jakmania ke Jalak Harupat menyaksikan Pelita Bandung Raya lawan Persija Jakarta, partai final pasti rentan gesekan.

Apalagi sejarah mencatat, dalam ikrar damai yang dihadiri the Jakmania, Viking dan pihak Kepolisian di Bogor tahun 2014 kemarin, dijanjikan oleh Polisi akan siap membantu mengawal the Jakmania pada partai melawan tuan rumah Persib Bandung. Apakah janji ini sudah dipikirkan matang2, karena Viking dan pihak Kepolisian di Bogor tahun 2014 kemarin, dijanjikan oleh Polisi akan siap membantu mengawal the Jakmania pada partai melawan tuan rumah Persib Bandung. Apakah janji ini sudah dipikirkan matang2, karena Viking menyarankan untuk tidak datang (koreksi kalau saya salah) atau sekadar perlancar ikrar damai? Faktanya kemudian the Jakmania justru dihadang barikade polisi di daerah Cikampek yang berujung pada aksi brutal penghancuran bis-bis rombongan Jakmania.

Penolakanpun berkumandang. ‪#TolakPersibMainDiJakarta menjadi ramai di media sosial. Beberapa pihak memandang rendah aksi ini. Suporter Goblok!, Senayan bukan punya Jakmania!, dan beberapa komentar negatif muncul. Padahal penolakan ini didasarkan pada kondisi di lapangan. Aksi penghadangan sudah pernah terjadi ketika rombongan bobotoh pulang dari Palembang. Ditambah dengan cerita buruk yang saya sebutkan di atas, tentunya penghadangan dikhawatirkan akan semakin banyak dan lebih tersebar. Daripada jatuh korban di kedua belah pihak, dan trauma sepak bola yang bisa terjadi, lebih baik final dipindahkan agar berlangsung lebih meriah, lancar dan aman. Lebih baik mencegah final di Jakarta daripada mencegat Bobotoh di jalan tol.

Senayan katanya bukan punya Jakmania, tapi untuk menuju Senayan sudah pasti akan melewati wilayah yang banyak dipadati the Jakmania. Suporter Goblok? Ah, Bapak ini pasti tidak pernah merasakan sebuah rivalitas. Atau menutup mata soal rivalitas karena Bapak ini termasuk suporter Persib? Meski banyak yang menyadari rentannya final di Jakarta, tapi pihak Mahaka tetap bertahan dan hanya perebutan 3-4 yang bergeser ke Bali.

Keputusan yang ngerepotin banyak pihak. Polisi yang pertama. Sekonyong-konyong mereka seperti jadi panitia 17 Agustusan yang sibuk sana sini. Pengurus Jakmania di berbagai wilayah dipanggilin. Sehari bisa 3x kayak minum obat. Lucunya selalu diakhiri dengan foto bareng. Ada yang sekedar nanya-nanya, ada yang pake sedikit tekanan, tapi yang enak ada juga yang sambil ngajak makan. Nah yang terakhir pasti lebih bermodal. Beberapa anggota the Jakmania ada yang disuruh foto bersama spanduk yang sudah mereka siapkan. Spanduk ucapan Selamat Datang Bobotoh di Jakarta. Namanya anak-anak disuruh foto ama Polisi bawaannya kan takut duluan.

Pemda DKI juga ikutan sibuk. Entah kenapa pake nawarin nyiapin WC umum segala. Padahal Senayan kan punya WC? Kenapa ga itu aja yang diperbaikin? Atau mau nyiapin WC umum delivery? Tinggal angkat tangan terus ada Satpol PP yg nyamperin ke tribun sambil bawa pispot. Ahok dan Nahrowi sibuk menghimbau Jakmania tuk adem dan sudahi permusuhan. Mereka ga sadar, orang kalo ngeliat mereka berdua diwawancara, gak ada adem-ademnya.

Media bikin berita ga disaring lagi. “80.000 Bobotoh siap banjiri GBK”. Lah? GBK kapasitasnya kan cuma 78 ribu? Dan tiket yang dijual tidak sebanyak itu. Belum lagi jatah untuk suporter Sriwijaya, Undangan dll. “500 bis dari Bandung sudah siap mengantar Bobotoh menuju Jakarta”. Bis nya kan ga ada yang mau? Kapok karena pecah kaca ga diganti pas pulang dari Palembang. Mereka rame-rame minta surat jaminan pengamanan dari pihak Kepolisian setempat. Bahkan upaya untuk menggunakan truk TNI pun sudah coba dilakukan untuk mengantisipasi bila sampai hari H belum ada juga bis yang mau ngantar. “Pendaftaran sudah mencapai angka 30.000”. Salut. Moga mereka semua adalah Persiblover bukan Jakmaniahaters. “Bobotoh minta tol dikosongkan”. Nah kalau Senayan dibilang bukan milik Jakmania, demikian juga tol bukan milik Bobotoh.

Rasanya semua berita itu hanya membuat kisruh suasana. Ada semangat provokasi disana. Tidak edukatif kalau bahasa orang Pemerintahan. Mungkin pemberitaan seperti inilah yang membuat Polisi menetapkan Jakarta Siaga 1. Duh Pak, the Jakmania mah udah bukan Siaga lagi, tapi Penggalang. Jumlah keamanan puluhan ribu, padahal pas rapat koordinasi gabungan diketahui jumlah pengamanan mencapai 9.700 orang. Hadeuh bener-bener final ribet.

Wahai para the Jakmania sebangsa dan setanah air. Apa yang saya tulis di atas adalah fakta. Sekarang saya mau bicara logika. Sebelumnya mohon maaf bila kurang atau bahkan tidak berkenan. Final telah ditetapkan. Saya paham kalian merasa seperti dikalahkan demi kepentingan Bobotoh. Tapi bagi saya, kalian tidak kalah. Karena predikat pecundang hanya pantas disematkan pada orang-orang yang tidak berani menyuarakan hatinya. Kalian semua sudah berani lantang berbicara ‪#TolakPersibMainDiJakarta. Itu sudah menunjukkan watak para pemenang. Dan pemenang selalu bisa melihat segala permasalahan dari sudut pandang lawan atau pihak lain.

Bapak-bapak di Kepolisian, saya yakin bila mereka diperkenankan mengeluarkan pendapat, mereka pasti bilang Final ini sangat riskan di Jakarta. Tapi mereka adalah Alat Negara. Prajurit yang ketika Panglima mengatakan A semua harus siap A. Segala upaya mereka lakukan demi mengamankan jalannya final. Mereka paham Jakmania. Tindakan mereka foto bersama adalah bentuk laporan pada Komandan kalau mereka sudah melakukan upaya.

Kalau orang bilang GBK bukan milik kita, saya justru mengatakan GBK adalah milik kita semua. Karena GBK adalah Stadion Nasional. Dan Jakmania juga warga negara Indonesia. Tapi GBK juga milik semua bangsa Indonesia. Dan ketika ada pagelaran puncak sebuah turnamen sepakbola berskala nasional, sangat wajar bila GBK dijadikan tempat penyelenggaraan. Apalagi Presiden Republik kita Bapak Jokowi berkenan hadir untuk menyaksikan sekaligus memberikan Piala bagi juaranya.

Bobotoh juga tidak pernah memaksakan diri hadir secara resmi ketika pertandingan melawan Persija di GBK. Tapi kali ini, pertandingan bukan melawan Persija, dan ini Final. Bayangkan bila Persija masuk final dan diselenggarakan di Stadion Gede Bage. Kita pasti berdaya upaya untuk bisa hadir disana. Jadi kehadiran mereka di GBK nanti, bagi saya sama seperti kehadiran kita di Stadion Jalak Harupat melawan Pelita Bandung Raya. Sama-sama berstatus bukan kandang lawan.

Bapak Ridwan Kamil juga sudah melakukan himbauan kepada semua Bobotoh agar tidak melakukan provokasi di media sosial, dan membuat sebuah tata tertib yang harus ditaati bagi semua Bobotoh yang akan menyaksikan langsung di GBK. Sebuah upaya positif yang harus kita apresiasi. Saya juga berharap tidak ada pihak ketiga atau suporter lain yang tidak berkepentingan ikut memanaskan suasana. Saya sudah malas melihat perdebatan atau komentar2 di berbagai forum diskusi. Bikin pusing kepala dan emosi tak karuan. Bomatlah. Toh bukan Persija yang main.

Kalian merasa semua seperti menyudutkan Jakmania? Sabar. Seperti yang sering kalian katakan “Jakarta Keras!” Sepakat. Dan kalian bukan hanya termasuk golongan kelas Pekerja, tapi lebih dari itu….. Warrior. Para Pejuang Kehidupan. Kita mau nonton selalu cari bis sendiri, tiket sendiri dan resiko yang ditanggung sendiri. Everybody have a reason. Yang tau kita adalah kita sendiri. Dan perbuatan atau niat baik kita biarlah menjadi rahasia kita dengan Tuhan.

Saya menyusun tulisan ini memakan waktu beberapa hari untuk berpikir. Karena saya paham semangat kalian dan saya tidak ingin memadamkan semangat itu. Tapi kalian harus paham, saya sudah menganggap kalian adalah keluarga saya, bagian penting dalam kehidupan saya. Dan saya harus melakukan semua yang saya anggap terbaik untuk kalian. Saya tidak dalam posisi yang berhak melarang, tapi saya juga tidak dalam posisi yang pantas untuk menganjurkan. Semua kembali ke pribadi masing-masing.

Sekali lagi saya mohon maaf bila tulisan ini tidak berkenan di hati siapapun yang membaca. Akhir kata, saya ucapkan Selamat Tahun Baru Muharom, satu dari 4 bulan yang dijadikan Allah sebagai bulan haram untuk berperang. Aamiin

Berita Bola – m | Bola Liga
Sumber: Bola Nasional – Terima Kasih Anda telah menyimak Berita bola berjudul Jaga Jakarta, Catatan Ferry Indra Syarif Saat Persib Bandung Akan Bermain di Jakarta semoga bisa menambah info bola anda hari ini, bagikan pada teman anda di facebook, Twitter dan lainnya supaya update Jaga Jakarta, Catatan Ferry Indra Syarif Saat Persib Bandung Akan Bermain di Jakarta bisa lebih bermanfaat. Ikuti terus halaman bolaliga dan dapatkan berbagai Berita Bola setiap harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here