Kegagalan Inter Menahan Gempuran Sisi Kanan Lazio

0
112
views

Kegagalan Inter Menahan Gempuran Sisi Kanan Lazio Terbaru dari Bola Liga Kegagalan Inter Menahan Gempuran Sisi Kanan Lazio. Berita Sepak Bola terkini dari Bola Liga kali ini berbagi informasi bola terbaru dengan judul Kegagalan Inter Menahan Gempuran Sisi Kanan Lazio Sebagai tambahan Update terbaru hari ini, setelah anda membaca berita bola ini diharapkan anda bisa memberikan komentar yang sesuai atau berkaitan dengan isi berita yang kita bahas pada artikel ini, Bookmark dan tongkrongi terus halaman Bola Liga dan dapatkan bermacam berita sepak bola terbaru setiap harinya, Ok, tak perlu panjang lebar lagi berikut ini adalah ulasan lengkap dari Kegagalan Inter Menahan Gempuran Sisi Kanan Lazio :
Bola Liga

Bola Liga – Lazio berhasil menumbangkan Inter Milan dengan skor tipis 2-1 di Stadion Giuseppe Meazza. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Lazio setelah mereka gagal menang di tujuh laga beruntun di Serie A.

Lazio sendiri sebenarnya tak mampu mendominasi pertandingan. Namun berkat strategi jitu Stefano Pioli, skuat berjuluk ‘Si Elang’ tersebut mampu menjungkalkan Inter lewat dua gol yang cetak Antonio Candreva.

Roberto Mancini di kubu Inter memasang Gary Medel dan Felipe Melo yang lebih berpengalaman sebagai gelandang bertahan untuk menahan gempuran trio lini serang Lazio yang dimotori Alessandro Matri, Felipe Anderson, dan Antonio Candreva.

Sementara Lazio kembali memasang empat pemain bertahan berbeda, di mana pelatih Stefano Pioli memasang Abdoulay Konko, Mauricio Do Santos, Hoedt dan Stefan Radu untuk mengawal lini pertahanan. Penjaga gawang Erith Berisha juga kembali dipasang setelah bermain cemerlang pada pertandingan sebelumnya.

Susunan sebelas pemain utama Inter Milan dan Lazio dengan angka yang ditunjukan adalah presentase operan sukses seluruh pemain mereka – sumber: WhoScored.

Lazio Memaksakan Serangan dari Sisi Kanan

Meskipun berhasil menang dan mencetak dua gol ke gawang Samir Handanovic, Lazio sebenarnya cukup kesulitan untuk membongkar pertahanan Inter Milan. Bisa dilihat dari operan sepertiga lapangan mereka di bagian penyerangan, kebanyakan operan yang dibuat oleh Lucas Biglia dan kawan-kawan di area tersebut memaksakan serangan lewat sisi kanan.

Operan Sepertiga Lapangan Daerah Penyerangan Lazio lebih banyak berhasil di sektor sayap – Sumber: StatsZone – FourFourTwo.

Sementara di area tengah, Lazio tampak kesulitan untuk mengirimkan operan. Hal ini disebabkan oleh permainan disiplin yang dilakukan oleh duo gelandang bertahan Inter, Felipe Melo dan Gary Medel yang langsung memotong serangan Lazio yang melalui sektor tengah.

Apabila dijumlahkan keduanya berhasil mememenangkan duel udara dengan presentase sebesar 80% ,delapan sapuan dan tiga intersepsi sukses. Ditambah di belakang Melo dan Medel ada duet bek tengah Miranda dan Murillo yang bermain cukup baik, dari 23 sapuan yang dicatatkan oleh Inter pada pertandingan tersebut, setengahnya dibukukan oleh Miranda dan Murillo. Dengan area tengah pertahanan Inter yang bermain baik, Lazio perlu mencari cara lain untuk mencetak gol.

Pola Serangan Lazio, Mereka Lebih Banyak Menyerang Melalui Sektor Sayap – Sumber: WhoScored.

Lazio memanfaatkan sisi lapangan yang meninggalkan lubang menganga akibat ditinggal para bek sayap Inter yang melakukan overlap. Dari gambar di atas bisa dilihat kebanyakan serangan Lazio di lakukan melauli sektor sayap. Dua gol bola mati yang dicetak oleh Lazio, semuanya berawal dari pergerakan mereka di sisi sayap.

Sepak pojok yang menjadi assist untuk gol Antonio Candreva, sebelumnya diawali oleh pergerakan Milinkovic-Savic di sisi kiri pertahanan Inter. Pemain asal Serbia ini mengandalkan kecepatannya untuk menyisir pertahanan lawan, hingga akhirnya pergerakannya dihentikan oleh pemain bertahan Inter Milan. Sementara gol kedua Lazio yang dicetak melalui titik putih, lagi-lagi berawal dari sisi sayap. Felipe Melo menjatuhkan atau lebih tepatnya menghantam Milinkovic-Savic yang akan menerima sodoran dari sisi sayap.

Sayap Kanan Inter Tidak Maksimal

Sayap kanan Inter yang hidup di beberapa laga terakhir seakan menjadi perhatian Lazio. Kecepatan Jonathan Biabiany dan penampilan baik Martin Montoya di dua laga sebelumnya berusaha diminimalisir oleh Pioli. Lazio pun berusaha mematikan sayap kanan Inter melalui pemainnya yang berada di sebelah kiri. Stefan Radu ditugaskan untuk menutup ruang bagi Biabiany dan Felipe Anderson yang diberi tugas untuk menempel Montoya di daerah Lazio dan dibebaskan bergerak ketika berada di area Inter.

Sisi kanan Inter akhirnya tidak bermain efektif, terutama Martin Montoya yang ditempatkan sebagai bek kanan. Pemain yang dipinjam hingga akhir musim 2015-16 dari Barcelona ini tidak menunjukkan permainan hebat seperti dua laga sebelumnya.

Dalam pertandingan ini, terlihat kontrol bola Montoya sangat buruk. Beberapa kali ia gagal menerima operan dengan baik ketika Inter sedang melakukan kombinasi serangan dari sisi kanan, sehingga terlihat Inter seakan menemui jalan buntu ketika menyerang melalui sisi tersebut.

Diagram pola serangan Inter. Sumber : Whoscored.

Tak hanya dalam melakukan kontrol bola, positioning Montoya yang terlalu ke depan kerap membuat ia tertinggal dari Felipe Anderson yang berada di sisi kiri serangan Lazio. Beberapa kali Montoya juga telat menjaga posisi kiri. Kelengahan Montoya pun kerap dimanfaatkan Felipe Anderson. Beberapa kali pemain berusia 22 tahun ini mampu mengancam sayap kanan Inter.

StatsZone mencatat Montoya beberapa kali gagal dalam aspek-aspek defensif. Sebanyak dua kali Montoya ia kecolongan ketika gagal melakukan transisi dari menyerang ke bertahan. Selain itu, ia tidak berhasil sama sekali dalam melakukan clearance dan tackle.

Tak hanya Montoya, Jonathan Biabiany juga mendapatkan rapor merah pada pertandingan ini. Biabiany tak bermain seperti ketika melawan Cagliari. Catatan Biabiany pada pertandingan kali ini juga sangat buruk. Akselerasi yang sering ia lakukan tak terlihat pada pertandingan ini. Ia pun menjadi pemain sayap Inter dengan catatan dribble paling sedikit dengan 2,8 %.

Selain catatan dribble-nya rendah, Biabiany juga jarang melakukan passing ke kawannya. Pada pertandingan ini, Biabiany hanya mencatatkan umpan sebanyak 13 kali. Dari 13 umpan tersebut tak ada umpan kunci yang berhasil dilepaskan pemain asal Prancis ini, gagalnya Biabiany melakukan umpan kunci sendiri disebabkan seringnya ia telat dalam melihat posisi pemain Inter. Beberapa kali Mauro Icardi dalam posisi bebas kerap dilewatkan oleh Biabiany.

Jonathan Biabiany yang minim pergerakan. Sumber : Squawka.

Kesalahan elementer pemain sayap kanan Inter tidak lepas dari dominannya permainan sayap kiri Lazio. Pergerakan Felipe Anderson yang dibebaskan oleh Stefano Pioli membuat Montoya kesulitan menjaganya. Sementara Biabiany kerap dikawal ketat oleh Stefano Radu, yang membuat Biabiany jarang mendapat bola dari kawan dan kerap jarang melakukan dribel.

Lucas Biglia Kunci Permainan Lazio

Kuatnya lini belakang Lazio tak lepas dari kemampuan Lucas Biglia menjaga area tengah. Kendati Antonio Candreva tampil sebagai pahlawan dengan dua gol-nya, Biglia juga tampil baik jika dilihat dari kontribusinya terhadap pertahanan Lazio.

Pemain timnas Argentina ini tercatat sebagai pemain yang paling banyak melakukan operan dari kubu Lazio dengan 45 operan. Akurasi umpan Biglia juga terhitung lumayan. Dari 45 umpannya 80% mengenai sasaran. Catatan tersebut belum ditambah kemampuan Biglia dalam melakukan crossing.

Tak hanya itu, catatan bertahan Biglia juga lumayan. Biglia sukses membukukan dua intersep dan tiga sapuan sepanjang pertandingan. Stevan Jovetic yang menjadi lawannya hingga menit ke-58, kesulitan membagi bola ke Mauro Icardi yang ditaruh sendirian di depan akibat penjagaan ketat Biglia.

Nilai untuk Biglia pun bertambah mengingat assist yang ia berikan kepada Antonio Candreva pada menit keempat. Kemampuan Biglia dalam melihat posisi terbuka di luar kotak penalti membuatnya lebih memilih melakukan umpan datar ke Candreva daripada umpan lambung ke kotak penalti Inter.

Selain Biglia, Marco Parolo juga ditugaskan menjaga kotak penalti Lazio dari pemain depan Inter. Kedua pemain ini saling bergantian menutup pemain Inter yang memegang bola disekitar kotak penalti Lazio. Kombinasi kedua pemain ini pun menghasilkan sembilan tackle, lima clearance, dan lima intersep.

Diagram permainan defensif Biglia saat melawan Inter (21/12). Sumber : FourFourTwo.

Kesimpulan

Meskipun mengalami kebuntuan saat menyerang melalui sektor tengah, Lazio akhirnya berhasil membongkar pertahanan Inter Milan melalui pergerakan di sisi sayap. Di mana sektor tersebut berlubang akibat duo bek sayap Inter ikut naik untuk membantu serangan.

Bukan saja disebabkan oleh Lazio bertahan dengan sangat baik sehingga Inter kesulitan untuk mencetak angka. Tetapi hal ini juga disebabkan oleh sektor kanan penyerangan Inter tidak bermain maksimal.

Konsistensi tentunya menjadi kunci sebuah tim untuk sukses, bisa jadi dalam pertandingan tersebut skuat asuhan Roberto Mancini sedang terpeleset. Tapi setidaknya hasil tersebut menjadi semacam peringatan untuk Inter bahwa mereka bisa kalah kapan saja jika permainan mereka tanpa inovasi.

====

*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.
(dtc/din) Sumber: detiksport

Berita Bola – | Bola Liga
Sumber: Bola Nasional – Terima Kasih Anda telah menyimak Berita bola berjudul Kegagalan Inter Menahan Gempuran Sisi Kanan Lazio semoga bisa menambah info bola anda hari ini, bagikan pada teman anda di facebook, Twitter dan lainnya supaya update Kegagalan Inter Menahan Gempuran Sisi Kanan Lazio bisa lebih bermanfaat. Ikuti terus halaman bolaliga dan dapatkan berbagai Berita Bola setiap harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here