Konflik Menjamur di Era Menpora Imam Nahrawi, Kini Melebar ke KOI

0
233
views

Konflik Menjamur di Era Menpora Imam Nahrawi, Kini Melebar ke KOI Terbaru dari Bola Liga Konflik Menjamur di Era Menpora Imam Nahrawi, Kini Melebar ke KOI. Berita Sepak Bola terkini dari Bola Liga kali ini berbagi informasi bola terbaru dengan judul Konflik Menjamur di Era Menpora Imam Nahrawi, Kini Melebar ke KOI Sebagai tambahan Update terbaru hari ini, setelah anda membaca berita bola ini diharapkan anda bisa memberikan komentar yang sesuai atau berkaitan dengan isi berita yang kita bahas pada artikel ini, Bookmark dan tongkrongi terus halaman Bola Liga dan dapatkan bermacam berita sepak bola terbaru setiap harinya, Ok, tak perlu panjang lebar lagi berikut ini adalah ulasan lengkap dari Konflik Menjamur di Era Menpora Imam Nahrawi, Kini Melebar ke KOI :
Bola Liga

Bola Liga-Konflik Menjamur di Era Menpora Imam Nahrawi, Kini Melebar ke KOI. Di era Menpora Imam Nahrawi konflik olahraga terus terjadi. Sederet kegaduhan tidak terselesaikan hingga saat ini. Dari mulai dualisme organisasi (PB PTMSI pimpinan Marzuki Ali-PP PTMSI pimpinan Oegroseno, PB ISSI pimpinan Rajasapta Oktohari-PB ISSI pimpinan Edmond JT Simorangkir, EFI- Eqina naungan PB Pordasi) hingga sanksi FIFA terhadap PSSI akibat SK pembekuan PSSI yang ditandatangani Imam Nahrawi.

Pada saat Indonesia melakukan persiapan menghadapi tuan rumah Asian Games 2018, konflik melebar ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI) setelah Rapat Anggota Istimewa KOI di Hotel Peninsula Jakarta, 28 September lalu tanpa ada keputusan.

Sedianya rapat itu sendiri digelar dalam rangka persiapan Kongres KOI yang dijadwalkan di Jakarta, 31 Oktober 2015 dengan agenda pemilihan Ketua Umum KOI periode 2015-2019.

Aroma kegaduhan sudah mewarnai pemilihan ketua umum KOI dengan munculnya dua tim penjaringan. Satu dikomandoi Achmad Budiharto yang dibentuk KOI dan tim lainnya diketuai Timbul Thomas Lubis yang didukung Doddy Iswandi yang mengaku sebagai Ketua Koordinator Kelompok Anggota KOI.

“Kita meminta Presiden Jokowi turun tangan menyelesaikan konflik KOI,” kata Plt Sekjen KOI, Hipni Hasan, dikutip dari Suara Karya, Kamis (8/10).

Alasan Hipni, Presiden Jokowi tercatat sebagai Ketua Steering Committe Asian Games 2018. Menurut Hipni, hanya KOI yang berhak membentuk Tim Penjaringan dan melaksanakan Kongres KOI. “Tim Penjaringan yang dibentuk Komite Eksekutif KOI dan Ketua Umum KOI Rita Subowo lah yang sah di luar itu tidak sah. Begitu juga Kongres KOI,” tegasnya.

Hifni juga mengingatkan jika konflik terus berlanjut KOI bisa terkena sanksi dari IOC. “Asian Games 2018 bisa terancam copot jika memang konflik berlanjut,” katanya.

Klaim Hipni bahwa Tim Penjaringan bentukan KOI yang sah ditentang Timbul Thomas Lubis.
Menurut Timbul, Tim Penjaringan bentukan KOI itu tidak sesuai dengan AD/ART dan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Hotel Novotel, Bogor, Februari lalu. “Kalau ada bakal calon yang mau daftar harus ke kami. Kalau yang sudah daftar di Tim Penjaringan KOI juga daftar lagi di kami. Kalau dia tidak mendaftar lagi ya tidak bisa, tidak laku itu formulirnya,” kata Timbul.

Peringatan adanya ancaman sanksi IOC juga disampaikan mantan Ketua Umum KONI/KOI, Agum Gumelar di Jakarta, pekan lalu. “Sudah cukup PSSI yang terkena sanksi FIFA. Jangan sampai KOI terkena sanksi IOC gara-gara konflik yang terjadi. Semua pihak harus mengedepankan kepentingan bangsa dan negara,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi yang diminta tanggapan atas konflik KOI hanya menyampaikan imbauan saja.

“Memang sudah ada pihak-pihak yang meminta pemerintah untuk melakukan langkah tegas. Mungkin ini karena musimnya meminta pemerintah untuk mengambil langkah tegas. Tapi saya tetap sarankan musyawarah internal dahulu untuk kebaikan semuanya, nanti kalau sudah kronis baru kita lakukan tindakan,” ujarnya.

Secara terpisah, mantan Deputi Kemenpora Junusul Hairy mengatakan konflik ini tidak perlu terjadi jika Imam Nahrawi membuat kebijakan agar seluruh pegawai Kemenpora tidak boleh terlibat dalam kepengurusan induk-induk organisasi. “Imam harusnya meminta pegawainya melepaskan jabatan di induk-induk organisasi dan konsentrasi ke pekerjaannya. Bagaimana olahraga Indonesia bisa maju jika pegawai Kemenpora ikut mengurus organisasi dengan jabatan sentral. Kemenpora itu sebagai fasilitator dan regulator bukan eksekutor,” tegasnya.

Sejauh ini ada empat nama yang siap dicalonkan. Yakni, ketua Umum KONI Tono Surataman, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum PSI, Alfitra Salamm, Ketua Umum KONI Sumatera Selatan Muddai Madang, dan mantan pebulutangkis nasional Icuk Sugiarto

Berita Bola – m | Bola Liga
Sumber: Bola Nasional – Terima Kasih Anda telah menyimak Berita bola berjudul Konflik Menjamur di Era Menpora Imam Nahrawi, Kini Melebar ke KOI semoga bisa menambah info bola anda hari ini, bagikan pada teman anda di facebook, Twitter dan lainnya supaya update Konflik Menjamur di Era Menpora Imam Nahrawi, Kini Melebar ke KOI bisa lebih bermanfaat. Ikuti terus halaman bolaliga dan dapatkan berbagai Berita Bola setiap harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here