Kronologis Tata Kelola Sepakbola yang Buruk Liga Pelajar U-14 Piala Menpora

0
369
views

Kronologis Tata Kelola Sepakbola yang Buruk Liga Pelajar U-14 Piala Menpora Terbaru dari Bola Liga Kronologis Tata Kelola Sepakbola yang Buruk Liga Pelajar U-14 Piala Menpora. Berita Sepak Bola terkini dari Bola Liga kali ini berbagi informasi bola terbaru dengan judul Kronologis Tata Kelola Sepakbola yang Buruk Liga Pelajar U-14 Piala Menpora Sebagai tambahan Update terbaru hari ini, setelah anda membaca berita bola ini diharapkan anda bisa memberikan komentar yang sesuai atau berkaitan dengan isi berita yang kita bahas pada artikel ini, Bookmark dan tongkrongi terus halaman Bola Liga dan dapatkan bermacam berita sepak bola terbaru setiap harinya, Ok, tak perlu panjang lebar lagi berikut ini adalah ulasan lengkap dari Kronologis Tata Kelola Sepakbola yang Buruk Liga Pelajar U-14 Piala Menpora :
Bola Liga

Bola Liga-Usai Piala Kemerdekaan yang banyak menyisakan banyak masalah, kembali Kemenpora memperlihatkan tata kelola sepak bola yang buruk. Kali ini terjadi di ajang usia dini yakni kualifikasi Liga Sepak Bola Pelajar U-14 Piala Menpora di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang difasilitasi oleh Dispora setempat.

Salah satu tim yakni Sekolah Sepakbola (SSB) Putra Kenari Alor sangat kecewa dengan gelaran ini dan mengundurkan diri disaat tim sudah mencapai babak semi final. Ajang ini berlangsung di Stadion Flobamora Oepoi, Kupang, tanggal 5-10 Oktober 2015 dan dibuka oleh satu perwakilan Kemenpora, M Kusnaeni.

Ketua Umum SSB Putra Kenari Alor, Zainal Arifin Panara menyampaikan protes keras  dengan surat protes Nomor 07/putra.kenari/Alor/x/2015 tahun 2015  kepada Ketua Panitia Penyelenggara Turnamen Sepakbola Menpora Cup Tingkat Provinsi NTT di Jakarta yang ditembuskan kepada banyak pihak terkait seperti Menpora Imam Nahrawi,Gubernur NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, Bupati Alor, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTT, Ketua Tim Transisi, Ketua BASRI, Ketua Panitia Menpora Cup Liga Pelajar U14, Ketua BASRI Provinsi NTT

Dalam suratnya, Zainal Arifin Panara menyampaikan secara detail kronologis dari awalnya timnya diundang untuk mengikuti ajang ini hingga masalah itu timbul di babak semifinal.

“Kita ikut ajang ini dengan harapan bisa menjadi jembatan anak-anak kami meraih prestasi dan mimpi mereka menjadi pemain sepak bola yang profesional. Namun apa yang terjadi membuat kita kecewa dan merasa dikerjain oleh panitia,” kata Arifin ketika dihubungi, Kamis (15/10).

Berikut detail kronologi surat protes berkaitan dengan turnamen itu :

Related Posts

  • <img width="214" height="140" src="http://Bola Liga – /wp-content/uploads/2015/10/Tim-Transisi-Kemenpora-Akan-Dirombak1-214×140.jpg” alt=”Tata Kelola Sepakbola Buruk Kemenpora Kembali Dipertontonkan di Usia Muda” title=”Tata Kelola Sepakbola Buruk Kemenpora Kembali Dipertontonkan di Usia Muda”>

    Tata Kelola Sepakbola Buruk Kemenpora Kembali Dipertontonkan di Usia Muda

  • <img width="214" height="140" src="http://Bola Liga – /wp-content/uploads/2015/10/Kenapa-Dianggap-Sebagai-Pembangkangan-Terhadap-Negara-214×140.jpg” alt=”Kenapa Dianggap Sebagai Pembangkangan Terhadap Negara?” title=”Kenapa Dianggap Sebagai Pembangkangan Terhadap Negara?”>

    Kenapa Dianggap Sebagai Pembangkangan Terhadap Negara?

  • <img width="214" height="140" src="http://Bola Liga – /wp-content/uploads/2015/09/ketua-KONI-Tono-Suratman-214×140.jpg” alt=”KONI Kecam Tim Transisi” title=”KONI Kecam Tim Transisi Kemenpora”>

    KONI Kecam Tim Transisi Kemenpora

Leave A Reply Cancel Reply

Berita Bola – m | Bola Liga
Sumber: Bola Nasional – Terima Kasih Anda telah menyimak Berita bola berjudul Kronologis Tata Kelola Sepakbola yang Buruk Liga Pelajar U-14 Piala Menpora semoga bisa menambah info bola anda hari ini, bagikan pada teman anda di facebook, Twitter dan lainnya supaya update Kronologis Tata Kelola Sepakbola yang Buruk Liga Pelajar U-14 Piala Menpora bisa lebih bermanfaat. Ikuti terus halaman bolaliga dan dapatkan berbagai Berita Bola setiap harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here