Preview Korea Selatan vs Belgia, Wakil Asia Mungkinkah Kembali Gagal

0
219
views
Preview Korea Selatan vs Belgia, Wakil Asia Mungkinkah Kembali Gagal, Gol semata wayang penyerang muda Divock Origi jelang akhir pertandingan sudah cukup untuk membawa Belgia mengalahkan Rusia sekaligus memastikan kelolosan mereka dari Grup H Piala Dunia 2014. Sesuai dengan ekspektasi publik, Belgia yang menjadi salah satu unggulan grup ini akhirnya melenggang dengan mulus. Namun mereka masih memiliki sebuah pertandingan menghadapi Korea Selatan yang akan berlangsung pada Jumat (27/6) dini hari WIB.
Jika bagi Belgia laga ini dapat menyempurnakan hasil, maka bagi Korea Selatan laga ini layaknya hidup dan mati. Mereka wajib menang jika masih ingin lolos karena di saat bersamaan, Rusia dan Aljazair juga saling berhadapan di mana peluang kedua negara ini untuk lolos juga masih terbuka. Bagaimana kelanjutan nasib wakil Asia juga ditentukan salah satunya dari hasil pertandingan ini.
Kekalahan 2-4 atas Aljazair memang mempersulit langkah Korea Selatan. Saat menghadapi tim Rubah dari Fennec, Korea Selatan sebenarnya memenangi penguasaan bola dengan perbandingan 52% berbanding 48%. Namun dalam hal penciptaan peluang, mereka masih kalah dari tim asal Afrika Utara ini. Tim asuhan Vahid Halilhodzic melepaskan 15 tembakan dengan 5 di antaranya tepat sasaran dan empat di antaranya berbuah gol. Sementara Korea Selatan yang dilatih Hong Myung-Bo melepas 8 tembakan dengan 4 di antaranya tepat sasaran dan 2 berbuah gol.
Menghadapi Belgia dengan materi pemain yang lebih baik ketimbang Aljazair, Korea Selatan tentu wajib bekerja lebih keras. Meskipun terdapat kemungkinan besar bahwa Belgia akan menurunkan pemain-pemain lapis kedua mereka demi menjaga kebugaran pemain-pemain inti, namun tetap saja hal ini tidak menjamin bahwa Korea Selatan akan menghadapi tim yang mudah dikalahkan. Belgia tetaplah memiliki skuat yang seimbang.
Lemahnya Lini Pertahanan Korea Selatan
Kelemahan mencolok di lini pertahanan Korea Selatan terlihat jelas saat laga melawan Aljazair tersebut. Gol-gol mereka derita melalui berbagai skema, yaitu serangan balik cepat, situasi bola mati, kombinasi umpan satu-dua sederhana, maupun yang berawal dari blunder pertahanan. Menghadapi Belgia dengan pemain-pemain bertalenta, kebocoran lini pertahanan seperti ini tentu tidak boleh terjadi lagi jika tidak ingin menjadi bulan-bulanan.
Kuartet bek yang dihuni Lee Young, Hong Jeong-Ho, Kim Young-Gwon dan Yun Suk Young kerap lemah dalam kordinasi. Seluruh gol yang dicetak Aljazair memperlihatkan dengan jelas hal tersebut. Gol pertama yang dicetak Islam Slimani didapat setelah duet bek tengah Jeong-Ho dan Young-Gwon tidak melakukan hadangan ketika Slimani menguasai umpan panjang yang didapat dari lini tengah. Kejadian ini diperparah dengan antisipasi telat yang ditunjukkan kiper Jung Sung-Ryong.
Sung-Ryong kembali berandil dalam gol kedua Aljazair yang dicetak Rafik Halliche. Sung-Ryong kali ini salah mengantisipasi tendangan penjuru sehingga bola mampu diserobot bek tengah berpostur jangkung tersebut. Gol ketiga malah tercipta lewat blunder fatal yang dilakukan Jeong-Ho. Bermaksud menghalau umpan silang, clearance yang dilakukannya amat tanggung sehingga bola jatuh di kaki Slimani. Dengan cepat, Slimani lalu memberi umpan kepada Abdelmoumene Djabou yang dengan mudah menaklukkan Sung-Ryong.
Pelatih Hong Myung-Bo jelas memiliki PR besar terkait hal ini. Sebagai mantan pemain belakang legendaris negara itu, ironisnya Myung-Bo belum memecahkan permasalahan ini. Ia memang telah berupaya lebih dengan menempatkan dua gelandang bertahan Ki Sung-Yeung dan Han Kook-Young, namun hanya Sung-Yeung yang bermain apik sejauh ini.
Hal ini tentu amat disayangkan karena dari sisi penyerangan, Korea Selatan tidaklah buruk. Penampilan cemerlang pemain muda Son Heung-Min dalam dua laga awal membuat sengatan The Taeguk Warriors amat berbahaya. Heung-Min sendiri mampu mencetak gol cantik yang mempertontonkan tehnik tinggi dan kecepatan yang ia miliki dalam laga melawan Aljazair. Calon bintang telah lahir.
Pertemuan Antara Formasi 4-2-3-1
Pelatih Aljazair Vahid Halilhodzic dengan cerdik mengubah formasi ketika menghadapi Korea Selatan. Mengandalkan keunggulan kecepatan pemain-pemainnya, ia mengubah pola 4-1-4-1 yang biasa ia gunakan menjadi 4-2-3-1. Dengan menggunakan formasi ini, mereka mampu menyeimbangkan serangan dan pertahanan sekaligus.
Belgia yang telah terbiasa dengan formasi ini dapat mengambil keuntungan. Dengan bek sayap yang cenderung statis di belakang, Eden Hazard ataupun Dries Mertens yang biasa menghuni sisi lapangan mungkin akan sedikit kerepotan menghadapi penjagaan bek sayap Korea Selatan, namun aktifnya Marouane Fellaini naik hingga ke depan akan memberi opsi bagi serangan anak asuhan Marc Wilmots.
Namun Wilmots belum tentu menurunkan susunan pemain yang sama ketika mengalahkan Rusia. Hazard, Mertens, Fellaini atau Axel Witsel amat mungkin disimpan. Mousa Dembele, Kevin De Bruyne, Kevin Mirallas atau Stefan Defour yang bakal dipilih. Begitu pula di lini depan, penyerang muda Divock Origi juga berkesempatan menjadi starter menggantikan Romelu Lukaku.
Di lini belakang, kondisi Vincent Kompany dan Thomas Vermaelen masih dalam tanda tanya. Mengingat Belgia sudah pasti lolos, boleh jadi Wilmots menurunkan pemain-pemain pelapis seperti Nicolas Lombaerts atau Laurent Ciman. Hal ini sebetulnya dapat dimanfaatkan Korea Selatan yang memiliki serangan tajam dimotori Heung-Min. Dengan kecepatannya dalam membangun serangan balik, Korea Selatan jelas masih memiliki asa untuk lolos seraya berharap hasil laga Aljazair melawan Rusia yang berlangsung bersamaan menguntungkan mereka. Artikel terkait: Prediksi Skor Korea Selatan vs Belgia 27 Juni 2014

Berita bola berjudul Preview Korea Selatan vs Belgia, Wakil Asia Mungkinkah Kembali Gagal semoga bisa menambah update bola anda hari ini, bagikan pada teman anda di facebook, Twitter dan lainnya supaya update Berita Preview Korea Selatan vs Belgia, Wakil Asia Mungkinkah Kembali Gagal bisa lebih bermanfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here