Wartawan Diintimidasi, Diminta Hapus Foto dan Rekaman , AJI Kecam Aparat Keamanan

0
185
views

Wartawan Diintimidasi, Diminta Hapus Foto dan Rekaman , AJI Kecam Aparat Keamanan Terbaru dari Bola Liga Wartawan Diintimidasi, Diminta Hapus Foto dan Rekaman , AJI Kecam Aparat Keamanan. Berita Sepak Bola terkini dari Bola Liga kali ini berbagi informasi bola terbaru dengan judul Wartawan Diintimidasi, Diminta Hapus Foto dan Rekaman , AJI Kecam Aparat Keamanan Sebagai tambahan Update terbaru hari ini, setelah anda membaca berita bola ini diharapkan anda bisa memberikan komentar yang sesuai atau berkaitan dengan isi berita yang kita bahas pada artikel ini, Bookmark dan tongkrongi terus halaman Bola Liga dan dapatkan bermacam berita sepak bola terbaru setiap harinya, Ok, tak perlu panjang lebar lagi berikut ini adalah ulasan lengkap dari Wartawan Diintimidasi, Diminta Hapus Foto dan Rekaman , AJI Kecam Aparat Keamanan :
Bola Liga

Bola Liga-Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam keras tindakan aparat keamanan dari Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia yang mengintimidasi sejumlah jurnalis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (18/10/2015) ketika sejumlah jurnalis mengambil gambar dan video saat sejumlah anggota Kepolisian dan TNI mengusir dan memukuli para suporter yang diduga anggota The Jakmania di stadion tempat berlangsungnya pertandingan final Piala Presiden.

Tak ingin peristiwa itu diabadikan, aparat keamanan merampas alat kerja jurnalis dan menghapus secara paksa foto dan video pengusiran dan pemukulan suporter yang telah diperoleh oleh jurnalis. Mereka juga menghalangi-halangi jurnalis untuk melakukan kegiatan jurnalistik dan merampas telepon genggam milik jurnalis yang dipakai untuk memotret peristiwa tersebut.

Jurnalis yang diintimidasi dan dipaksa menghapus foto dan video, antara lain, Muhammad Subadri Arifqi, koresponden SCTV-Indosiar, Faiq Hidayat (Merdeka – m), Reza Fajri (Viva – .id), Kemal Maulana (Aktual – m), dan Nur Habibie (Suara – m). Beberapa jurnalis media lainnya juga mengalami perlakuan serupa.

Ketua AJI Jakarta Ahmad Nurhasim menyatakan tindakan aparat keamanan mengintimidasi, merampas alat kerja, menghapus gambar dan video hasil karya jurnalis, dan menghalangi-halangi kegiatan jurnalistik para jurnalis tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

“Tindakan oleh aparat keamanan ini merupakan tindak pidana sekaligus mengancam kebebasan pers yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” katanya dalam keterangan yang diterima, Minggu (18/10/2015) malam.

Tindakan tersebut, tambahnya, menunjukkan aparat keamanan tidak profesional saat berhadapan dengan para jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Para jurnalis yang melakukan kegiatan jurnalistik, mulai dari proses peliputan sampai sampai pemuatan atau penyiaran berita dilindungi oleh undang-undang.

Dia mendesak aparat Kepolisian dan TNI untuk menaati UU Pers dengan cara tidak melakukan intimidasi dan menghalang-halangi kegiatan jurnalistik para jurnalis.

Adapun tindakan aparat keamanan yang melawan hukum juga bisa dipidanakan. Pasal 18 menyatakan setiap orang yang secara sengaja melawan hukum melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas pers terancam dipidana penjara maksimal dua tahun atau denda Rp 500 juta.

“AJI Jakarta mendesak Kepolisian dan TNI untuk untuk menindak tegas dan menghukum anggotanya yang telah mengintimidasi, menghapus gambar dan video serta menghalangi-halangi jurnalis yang melaksanakan tugas jurnalistik,” tambahnya.

Jurnalis yang diintimidasi dan dipaksa menghapus foto dan video, antara lain Muhammad Subardi Arifqi, koresponden SCTV-Indosiar, Faiq Hidayat (Merdeka – m), Reza Fajri (viva – .id), Kemal Maulana (Aktual – m) dan Nur Habibie (Suara – m). Beberapa jurnalis media lainnya juga mengalami perlakuan serupa.

Terkait dengan intimidasi yang menimpa sejumlah jurnalis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, AJI Jakarta menyatakan

1. Mengecam keras tindakan aparat keamanan dari Kepolisian dan TNI yang mengintimidasi sejumlah jurnalis peliput pertandingan final Piala Presiden. Tindakan aparat menghapus gambar dan video dan menghalang-halangi kegiatan jurnalistik para jurnalis adalah tindakan melawan hukum dan bertentangan dengan UU Pers.

2. Mendesak Kepolisian dan TNI untuk untuk menindak tegas dan menghukum anggotanya yang telah mengintimidasi, menghapus gambar dan video serta menghalangi-halangi jurnalis yang melaksanakan tugas
jurnalistik.

3. Mendesak aparat Kepolisian dan TNI untuk mentaati UU Pers dengan cara tidak melakukan intimidasi dan menghalang-halangi kegiatan jurnalistik para jurnalis.

Jakarta, 18 Oktober 2015

Contact Person
Ahmad Nurhasim, Ketua AJI Jakarta (CP: 08123949524)
Erick Tanjung, Koordinator Divisi Advokasi AJI Jakarta (CP: 085292110952)
19/10/2015, 07:14 – ‪+62 812-2538-0000‬: IMG-20151019-WA0000.jpg (file terlampir)
19/10/2015, 07:14 – ‪+62 812-2538-0000‬: IMG-20151019-WA0001.jpg (file terlampir)

Berita Bola – m | Bola Liga
Sumber: Bola Nasional – Terima Kasih Anda telah menyimak Berita bola berjudul Wartawan Diintimidasi, Diminta Hapus Foto dan Rekaman , AJI Kecam Aparat Keamanan semoga bisa menambah info bola anda hari ini, bagikan pada teman anda di facebook, Twitter dan lainnya supaya update Wartawan Diintimidasi, Diminta Hapus Foto dan Rekaman , AJI Kecam Aparat Keamanan bisa lebih bermanfaat. Ikuti terus halaman bolaliga dan dapatkan berbagai Berita Bola setiap harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here