Zulkarnaen Lubis, Maradonanya Indonesia di Era 80-an

0
139
views

Zulkarnaen Lubis, Maradonanya Indonesia di Era 80-an Bolaliga.org Website Khusus Sepak bola yang mengulas Zulkarnaen Lubis, Maradonanya Indonesia di Era 80-an serta Berita Bola Terupdate, Prediksi Skor Bola Jitu dan akurat serta jadwal bola yang akan terus diperbarui setiap harinya. Berita Sepak Bola terkini dari Bola Liga kali ini berbagi informasi bola terbaru dengan judul Zulkarnaen Lubis, Maradonanya Indonesia di Era 80-an Sebagai tambahan Update terbaru hari ini, setelah anda membaca berita bola ini diharapkan anda bisa memberikan komentar yang sesuai atau berkaitan dengan isi berita yang kita bahas pada artikel ini, Bookmark dan tongkrongi terus halaman Bola Liga dan dapatkan bermacam berita sepak bola terbaru setiap harinya, Ok, tak perlu panjang lebar lagi berikut ini adalah ulasan lengkap dari Zulkarnaen Lubis, Maradonanya Indonesia di Era 80-an :
Bola Liga

BolaLiga.org – Hari ini, 55 tahun yang lalu, Zulkarnaen Lubis lahir di Binjai, Sumatera Utara. Zulkarnaen Lubis merupakan veteran gelandang timnas Indonesia yang pernah tenar di era tahun 80-an.

Striker mungil nan lincah Andik Vermansyah boleh mendapat julukan “Messi”. Tapi, lama sebelum Andik membuat publik terpukau, Indonesia pernah memiliki seorang pesepakbola yang kerap disejajarkan dengan legenda Albiceleste, Diego Maradona.

Ya, era tahun 80an jadi masa keemasan buat sang “Maradona Indonesia”, julukan Zulkarnaen Lubis saat itu. Zulkarnaen dikenal sebagai satu dari hanya segelintir gelandang jempolan yang amat lihai menciptakan umpan-umpan matang buat para penyerang.

Peran Zulkarnaen di lapangan tengah amat membantu para penyerang melesakkan gol ke gawang lawan. Disokong skill mumpuni dalam dribbling dan gocek, Zulkarnaen menjelma menjadi salah satu gelandang yang amat disegani di masanya. Kendati kerap bermasalah dengan kedisiplinan, Zulkarnaen pernah pula direkrut masuk timnas Indonesia. Prestasi terbaik Zulkarnaen selama tiga tahun membela timnas adalah mengibarkan Merah Putih di semifinal Asian Games.

Zulkarnaen mengawali karier seniornya di klub-klub di Sumatra Utara, seperti PSKB Binjai, PSMS Medan, dan Mercu Buana Medan. Setelah itu, Zulkarnaen hijrah ke Pulau Jawa dan memperkuat tim besar seperti Yanita Utama Bogor dan Krama Yudha Tiga Berlian. Berseragam Krama Yudha Tiga Berlian, Zulkarnaen membantu merebut dua trofi Juara Galatama, yakni tahun 1987 dan 1988.

Seperti pepatah, tak ada yang abadi, demikian pula popularitas Zulkarnaen. Munculnya pemain muda pendatang baru yang tak kalah berbakat membuatnya kian tenggelam. Gaya hidup foya-foya dan keakrabannya dengan dunia malam kian membuat Zulkarnaen pailit usai gantung sepatu. Demi membuat dapurnya tetap mengepul, Zulkarnaen pernah undur dari urusan sepak bola dan alih profesi jadi pedagang nasi goreng.

 Namun, berkat bantuan legenda timnas, mendiang Ronny Pattinasarani, Zulkarnaen bisa kembali mencari rezeki dari lapangan hijau. Zulkarnaen pernah mengasuh bibit-bibit muda PSSI, namun mengundurkan diri lantaran perselisihan yang menghantui organisai sepak bola Indonesia itu. Saat ini, Zulkarnaen menekuni pekerjaan sebagai pelatih sekolah sepak bola wanita.

Berita Bola bolaliga.org | Terbaru Hari Ini
Sumber: Berita Bola dan Suarâdotcom Terima Kasih Anda telah menyimak Berita bola berjudul Zulkarnaen Lubis, Maradonanya Indonesia di Era 80-an semoga bisa menambah info bola anda hari ini, bagikan pada teman anda di facebook, Twitter dan lainnya supaya update Zulkarnaen Lubis, Maradonanya Indonesia di Era 80-an bisa lebih bermanfaat. Ikuti terus halaman bolaliga dan dapatkan berbagai Berita Bola setiap harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here